Posts

Televisi oh, televisi ...

Image
       Pemandangan sore menjelang malam ini masih sama dengan pemandangan sore menjelang malam hari-hari sebelumnya; ibuku rebahan di depan tv menonton secara maraton acara-acara favoritnya sampai sekitar pukul 22.30. Ya, waktu ibuku tidur pukul 22.30 dan bangun tidur menjelang subuh. Terus begitu setidaknya sudah sekitar 5 tahun belakangan. T ulisan ini merupakan keisengank u yang ku mulai penulisan judul ditahun 2015 . Lalu terbengkalai begitu saja sampai tahun 2019. Dan niat untuk melanjutkan tulisan ini hidup ditahun 2021. Menapa? Karena sejak tahun 2015 lalu rutinitas yang terjadi dirumah ku sejak ba’da ashar sampai pukul 22.30 masih sama; ibuku rebahan di depan tv menonton secara maraton acara-acara favoritnya sampai sekitar pukul 22.30. TV atau televisi atau tipi atau layar kaca. Kita semua sudah tahu benda apa itu. Benda ini menjadi salah satu pusat energi untuk ibuku. Aku heran mengapa. Padahal menurutku fenomena pertelevisian akhir-akhir ini begitu men ...

2020 memang asu, lantas kau bisa apa?

Image
  Hari ini saya bangun pagi dengan kesadaran penuh. Bersiap meninggalkan tahun yang lalu dan menyusun strategi menghadapi tahun depan. Sayangnya saya tidak diciptakan sebagai manusia yang bisa bodo amat dengan apa yang terjadi kedepannya. Saya hidup hari ini dan untuk masa yang akan datang. Dan pandemi membuat saya lebih peduli untuk menyiapkan segala sesuatu karena; masa depan siapa yang tau. 2020 dibuka dengan berita banjir dimana-mana. Saya ingat betul bagaimana seisi tv di bulan Januari diwarnai dengan berita banjir ini. Jumlah kerugian yang entah sudah berapa digitnya terus disebutkan dalam berita. Memasuki Februari mulai ada kecemasan-kemasan baru mengenai sebuah virus yang membawa penyakit mematikan. Dibulan ini saya masih beraktivitas seperti biasa. Harapan untuk menjadi tahun yang baik belum terlihat di bulan ini.   Tak lama diumumkanlah wabah pandemi. Covid-19 yang dibawa oleh virus Corona. Bulan Maret seluruh kehidupan berubah drastis, dan hampir lumpuh total. Say...

Kembalinya Sesuatu yang Gue Engga Tahu Lagi Kenapa dan Kapan Kita Gimana

Hallo ... Assalamualaikum wr.wb. Lama sekali tidak menulis di blog ini heeii. Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu sehat dan bahagia ya semua. Masih dalam rangka New Normal hari ini. Jujur kalau gue sendiri baru saja sehat. Baru saja merasa sehat sebenernya. Belum lama ini di awal bulan Oktober habis kecelakaan. Jatoh dari motor dan segala drama yang membersamainya. Memasuki masa New Normal dengan beberapa tempat kembali melakukan lockdown mandiri. Atau PSBB istilahnya. Gue mau sedikit sharing mengenai pengalaman yang gue alamin mengenai Covid-19. Jadi bisa nulisnya gue hari ini gue maknai sebagai sebuah kebangkitan kembali. Bulan-bulan kemarin itu gue masih yang sedih. Masih yang ga percaya ini dunia lagi kenapa sih? Covid tuh apa sih? Pokoknya masih belum bisa nerima kalau harus diem dirumah aja dengan makan pemberitaan soal Korona terus menerus. Huft. Jadi ceritanya 14 Maret 2020 itu bokap gue sempet ikut reunian kantornya gitu. Bokapkan udah pensiun jadi berpikir ka...

Perempuan Dalam Bingkai Cerita (Bagian I)

Image
  “Heh! Ngelamun aja. Lu kenapa sih?” “Hah? Ahhh engga kok. Gue gak kenapa-kenapa. Gue Cuma lagi mikir aja.” “Mikir? Mikirin apaan? Tugas kuliah? Cowok? Kerjaan?” “Bukan kok bukan. Hmmm… Gue Cuma lagii mikir aja. Gimana ya caranya ke Pulau Buru?”   “HAH?” Sumber gambar : Kompasiana Harus aku akui jika beberapa hari ini pikiranku sedang melayang jauh kesebuah tempat nan jauh disana. Kesebuah pulau yang bahkan aku sendiri tidak mampu membayangkan isinya. Untukku yang anak Jakarta tulen, mesti kuakui yang aku tahu hanya macet, mall, transjakarta, dan….. segala keruwetan. Tapi kali ini lain, aku penasaran terhadap apa yang belum pernah aku lihat. Berawal dari minggu lalu, aku mendapati sebuah surat. Selama empat hari berturut-turut aku mendapat sebuah surat yang aku tidak tahu siapa yang mengirimkannya. Dan, inilah ceritaku…     Hari pertama “ Minggu ini kamu ndak pulang lagi? Sudah sebulan, loh Kirana. Kamu baik-baik aja kan? Kenapa ndak pulang? Kamu ndak dire...

Drama dan Negara ; Aku, teater dan Secangkir Coklat Dingin Sore Itu

  Kamis, 31 Agustus 2016. Waktu masih menunjukkan pukul 18.43 WIB di layar telepon genggam ku. Sore ini tak seperti sore biasanya. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, ketika sore menjelang aktifitasku hanyalah berkutat di kamar indekost sembari mengerjakan rancangan pembelajaran untukku mengajar esok hari. Maklum, kuliahku agak berbeda semester ini. Program magang disekolah selama 3 bulan membawaku pada pengalaman (gila) mengajar. Ya, aku berhadapan langsung dengan anak-anak SMA yang banyak maunya. Tapi sudah ku bilang diatas, sore ini berbeda. Saat ini, aku sedang duduk diantara kepulan asap manusia-manusia yang tengah berkutat dalam ruang dialektika panjang. Ditemani suara musik dengan volume yang kurasa sengaja ditinggikan untuk meredam obrolan manusia-manusia dalam kafe sore ini. Kafe ini milik seorang senior yang belum lama aku kenal. Kedepannya, sepengetahuanku, tempat ini akan disulap juga menjadi sebuah perpustakaan. Didukung dengan banyaknya buku disalah satu ruang kafe ini...

Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara

Image
  Sumber gambar : https://jateng.tribunnews.com/2020/06/01/peringatan-hari-lahir-pancasila-1-juni-ini-arti-5-simbol-dalam-lambang-garuda-pancasila Negara merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan didalam kehidupan manusia. Negara sengaja dibentuk atas dasar kesamaan visi masyarakat didalamnya. Dan visi inilah yang sering disebut dengan ideologi.Pada dasarnya ideologi merupakan inti dari semua pemikiran manusia. Sebuah negara berdiri membutuhkan ideologi. Dalam bukunya, Sukarno pernah menuliskan jika sebuah bangsa tidak memiliki konsepsi atau cita-cita yang jelas maka bangsa itu berada dalam bahaya. Saat ini kita mengenal berbagai macam ideologi yang dianut oleh berbagai negara di dunia. Dengan segala kekurangan dan kelebihan nya, berbagai ideologi tersebut berhasil membawa negara-negara penganutnya tetap eksis hingga saat ini. Ideologi memiliki banyak aliran namun yang begitu terkenal adalah dua aliran ideologi yang dianut oleh dua negara adidaya dunia, yaitu Liberalisme...

Resume Buku

Image
  Sumber gambar : www.google.com Judul                 : Presidensialisme Setengah Hati; Dari Dilema Ke Kompromi Penulis              : Hanta Yuda A.R. Tahun terbit            : 2010 Penerbit                : Gramedia Pustaka Utama Kota terbit              : Jakarta     Pada awalnya buku ini adalah skripsi yang ditulis oleh penulis dengan judul “Kekuasaan Presiden dalam Perpaduan Sistem Presidensial dan Multipartai : Telaah Kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.” Pembahasan paling utama yang diangkat dalam buku ini adalah sebuah studi yang mengkombinasikan tentang sistem Presidensial dan Multipartai di Indonesia era pemerintahan SBY-JK.Buku ini berisikan 7 bab yang ditiap babnya terbagi lagi menjadi beberapa sub bab. Da...