Kepemimpinan

Pusdima mengadakan pelatihan internal yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dari pukuk 10.00 sampai 15.00 . dan materi hari ini adalah tentang kepemimpinan, movie maker dan photoshop. Materi kepemimpinan diisi oleh kak Fajar Tri Nugroho dari Divisi SosPol BEM UNJ. Dan ini lah sedikit rangkuman materi kepemimpinan hari ini:

Seorang pemimpin itu harus punya dua pemikiran yaitu:

1.   Mendahulukan terlebih dahulu kualitas baru kuantitas

2.   Menciptakan suasana yang serius namun terkesan santai

Selain daripada itu seorang pemimpin juga harus kuat. Dan jiwa kepemimpinan sebenarnya itu bisa ditumbuhkan. Jadi wanita pun sebenarnya juga bisa jadi seorang pemimpin. Pemimpin juga berbeda dengan seorang ketua. Seorang ketua belum tentu bisa memimpin, namun seorang pemimpin sudah pasti bisa menjadi ketua.

Tujuan seorang pemimpin adalah:

1.   Mempengaruhi

2.   Memberdayakan

3.   Mengendalikan

Oleh sebab itu, sifat kepemimpinan tidak hanya bisa dimiliki oleh orang baik, namun juga dimiliki oleh orang jahat.

Ada 5 macam kekuatan yang dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu:

1.   Legitimate Power

2.   Reward Power

3.   Coersiv Power

4.   Expert Power

5.   Referent Power

 

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bagus ketika memimpin, dan baik ketika dipimpin.

 

Apa bedanya PEMIMPI dengan PEMIMPIN?

Perbedaannya hanyalah pada huruf “N”, dimana ”N” nya itu adalah:

·        Niat

·        Nilai/norma

·        Nyali

·        Nekat

·        Network

·        kNowledge

 

Akibat dari rusaknya sebuah organisasi :

1.   Yang dipimpin merasa pemimpinnya rusak

2.   Pemimpin yang tidak pernah mau gerak

 

Pemimpin yang efektif:

·        Punya visi

·        Sikap hidup positif

·        Citra diri yang baik

·        Tingkat energi yang tinggi

·        Punya integritas

·        Punya tanggung jawab

·        Fleksibel

·        Punya keahlian

·        Kreatif

·        Disiplin diri

 

Rawamangun, 8 Januari 2014

Comments

Popular posts from this blog

Matinya Kepakaran (The Death of Expertise); Sebuah Refleksi Awal Tahun

Kebosanan yang Berujung Tragedi

Televisi oh, televisi ...