Esay dan Puisi

Hari kedua pelatihan Pusdima. Kamis, 9 Januari 2014 pukul 10.30 di ruang 101 Universitas Negeri Jakarta.

 

Pada hari kedua ini materinya adalah tentang penulisan. Dibawakan oleh pemateri yaitu kakak Halimah dari Fakultas Bahasa dan Seni UNJ jurusan Sastra Indonesia angkatan 2009. Dan ini ringkasan materi yang dibawakan kak Halimah :

“Menulislah! Dengan begitu kau akan hidup selamanya.”

Itulah sekiranya motto hidup yang dipegang oleh kak Halimah. Kak Halimah percaya bahwa dengan menulis seseorang akan kekal abadi selamanya. Walau tidak dengan jasad, namun dengan karya-karya yang mereka buat.

 

Yuk!  Biasakan menulis.

1.    Mulailah dengan hal yang kita senangia. Misalnya menulis lewat update status di jejaring social atau menulis di buku diary.

2.    Mulailah dengan mendengarkan. Mendengarkan kata hati sendiri atau mendengarkan curhatan orang lain.

3.    Mulailah dengan membaca buku yang disenangi, menonton film yang disenangi atau mendengar music yang disenangi.

4.    Tulislah apa saja yang ingin ditulis, walau itu hanya curahan hati pribadi.

5.    Lakukan segala denganj hati yang senang dan gembira.

 

Ada beberapa jenis karya, yaitu:

a.    Fiksi (karya yang berdasarkan imajinasi), diantara nya:

  • ·        Prosa
  • ·        Puisi
  • ·        Drama

b.    Non fiksi (karya yang berdasarkan data dan fakta), diantaranya:

  • ·        Karya ilmiah
  • ·        Laporan
  • ·        Makalah
  • ·        Esay

 

Esay

ü Bersudut pandang subjektif

ü Berisi pemikiran yang dipadu dengan pengalaman, opini, argumentasi, observasi lapangan dan gagasan penulis.

Sistematika esay

1.    Pendahuluan

  • a)   Latar belakang (berisi kesenjangan teori dengan realitas)
  • b)  Meliputi 5% esay (berangkat dari satu alasan)
  • c)   Pada umumnya berisi satu dan dua paragraph
  • d)  Mencantumkan tujuan penulis yang berbentuk paragraph.

2.    Isi

  • a)   Pemaparan seluruh data dan informasi mengenai topik yang diangkat
  • b)  Meliputi 85-90%
  • c)   Dituliskan dengan logika nalar pribai dan teori-teori yang empiris.

3.    Kesimpulan

a.   Mengulas sedikit kesenjangan antara teori dan realitas yang sudah dibahas

b.   Beri solusi dan saran.

 

Teknik penulisan esay:

1.    Memilih topik

2.    Menyusun kerangka

3.    Menyusun pokok pikiran

4.    Menyusun pendahuluan

5.    Menulis isi esay

6.    Menulis kesimpulan

7.    Menulis judul

8.    Proses penyuntingan

 

Puisi

Modal menulis puisi itu cukup dengan menajamkan indera perasamu terhadap apa yang kau lihat disekelilingmu, menjadikan kata-kata menjadi kawan karibmu, mengasah kepekaan perasaanmu, selebihnya adalah cinta yang menelaga terhadap puisi itu sendiri.

 

Untuk puisi sebenarnya tidak ada aturan atau pakem untuk menuliskan puisi yang baik dan benar.

 

"Karena sebermula adalah kata"

 

Comments

Popular posts from this blog

Matinya Kepakaran (The Death of Expertise); Sebuah Refleksi Awal Tahun

Kebosanan yang Berujung Tragedi

Televisi oh, televisi ...